PPCindo

KumpulBlogger

Search This Blog

Showing posts with label obat buah. Show all posts
Showing posts with label obat buah. Show all posts

Monday, February 14, 2011

Ciplukan (Physalis peruviana, Linn.)

Ciplukan (Physalis peruviana, Linn.)


 

Nama Lokal : Morel berry (Inggris); Ciplukan (Indonesia); Ceplukan (Jawa); Cecendet (Sunda); Yor-yoran (Madura); Lapinonat (Seram); Angket, Kepok-kepokan, Keceplokan (Bali); Dedes (Sasak); Leletokan (Minahasa).

Uraian : Tumbuhan Ciplukan (Physalis minina) merupakan tumbuhan liar, berupa semak/perdu yang rendah (biasanya tingginya sampai 1 meter) dan mempunyai umur kurang lebih 1 tahun. Tumbuhan ini tumbuh dengan subur di dataran rendah sampai ketinggian 1550 m. dpl, tersebar di tanah tegalan, sawah-sawah kering, serta dapat ditemukan di hutan-hutan jati. Bunganya berwarna kuning, buahnya berbentuk bulat dan berwarna hijau kekuningan bila masih muda, tetapi bila sudah tua berwarna coklat dengan rasa asam-asam manis. Buah Ciplukan yang muda dilindungi cangkap (kerudung penutup buah).

Cabe Jawa (Piper retrofractum Vahl.)

Cabe Jawa (Piper retrofractum Vahl.)


Nama Lokal : Cabean, cabe alas, cabe areuy, cabe jawa, c. sula (Jawa); Cabhi jhamo, cabe ongghu, cabe solah (Madura); Lada panjang, cabai jawa, cabai panjang (Sumatera); Cabia (Makasar). Long pepper (Inggris).

Uraian : Cabe jawa merupakan tumbuhan asli Indonesia, ditanam di pekarangan, ladang, atau tumbuh liar di tempat-tempat yang tanahnya agak lembab dan berpasir seperti di dekat pantai atau di hutan sampai ketinggian 600 m dpl. Tumbuhan menahun, batang percabangan liar, tumbuh memanjat; melilit, atau melata dengan akar lekatnya, panjangnya dapat mencapai 10 m. Percabangan dimulai dari pangkalnya yang keras dan menyerupai kayu. Daun tunggal, bertangkai, bentuknya bulat telur sampai lonjong, pangkal membulat, ujung runcing, tepi rata, pertulangan menyirip, permukaan atas licin, permukaan bawah berbintik-bintik, panjang 8,5 - 30 cm, lebar 3 - 13 cm, hijau. Bunga berkelamin tunggal, tersusun dalam bulir yang tumbuh tegak atau sedikit merunduk, bulir jantan lebih panjang dari bulir betina. Buah majemuk berupa bulir, bentuk bulat panjang sampai silindris, bagian ujung agak mengecil, permukaan tidak rata, bertonjolan teratur, panjang 2 - 7 cm, garis tengah 4 - 8 mm, bertangkai panjang, masih muda berwarna hijau, keras dan pedas, kemudian warna berturut-turut menjadi kuning gading dan akhirnya menjadi merah, lunak dan manis. Biji bulat pipih, keras, cokelat kehitaman. Perbanyakan dengan biji atau stek batang.

Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.)

Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.)


Nama Lokal : Nama daerah: Sumatera; leudeuaarum, l. pentek (Gayo), situdu langit, lacina sipane (Simelungmz), lada limi (Nias), l. mutia (Melayu). Jawa; cabe rawit, c. cengek (Sunda), lombok jempling, l. jemprit, l. rawit, l. gambir, l. setan, l. cempling (Jawa), cabhi letek, c. taena manok (Madura). Nusa Tenggara; tabia krinyi (Bali), kurus(Alor). Sulawesi; kaluya kapal (bent.), mareta dodi (Mongond.), malita diti (Gorontalo), m. didi (Buol), lada masiwu (Baree), l. marica, l. capa, laso meyong (Makasar), l. meyong, ladang burica, l. marica (Bugis), rica halus, r. padi (Manado). Maluku; Abrisan kubur (Seram), karatupa batawe (Elpaputi), katupu walata (Waraka), araputa patawe (Atamano), kalapita batawi (Amahai), karatuba manesane (Nuaulu), karatupa. batawi (Sepcc), maricang kekupe (Weda), rica gufu (Ternate). Irian; metrek wakfoh (Sarmi), basen tanah (Barik). Nama Asing: La jiao (C), cayenne peper (B), piment de cayenne (P), piment enrage, guineapfeffer (J); pasites, sili (Tag.); cayenne, chilli (I). Nama Simplisia: Capsici frutescentis Fructus (buah c. rawit).

Uraian : Tanaman budidaya, kadang-kadang ditanam di pekarangan sebagai tanaman sayur atau tumbuh liar di tegalan dan tanah kosong yang terlantar. Tumbuhan ini berasal dari Amerika tropik, menyukai daerah kering, dan ditemukan pada ketinggian 0,5 - 1250 m dpl. Perdu setahun, percabangan banyak, tinggi 50-100 cm. Batangnya berbuku-buku atau bagian atas bersudut. Daun tunggal, bertangkai, letak berselingan. Helaian daun bulat telur, ujung meruncing, pangkal menyempit, tepi rata, pertulangan menyirip, panjang 5 - 9,5 cm, lebar 1,5 - 5,5 cm, berwarna hijau. Bunga keluar dari ketiak daun, mahkota bentuk bintang, bunga tunggal atau 2-3 bunga letaknya berdekatan, berwarna putih, putih kehijauan, kadang-kadang ungu. Buahnya buah buni, tegak, kadang-kadang merunduk, berbentuk bulat telur, lurus atau bengkok, ujung meruncing, panjang 1-3 cm, lebar 2,5 - 12 mm, bertangkai panjang, dan rasanya pedas. Buah muda berwarna hijau tua, putih kehijauan, atau putih, buah yang masak berwarna merah terang. Bijinya banyak, bulat pipih, berdiameter 2 - 2,5 mm, berwarna kuning kotor. Cabai rawit terdiri dari 3 varietas, yaitu cengek leutik yang buahnya kecil, berwarna hijau, dan berdiri tegak pada tangkainya; cengek domba (cengek bodas) yang buahnya lebih besar dari cengek leutik, buah muda berwarna putih, setelah tua menjadi jingga; dan ceplik yang buahnya besar, selagi muda berwarna hijau dan setelah tua menjadi merah. Buahnya digunakan sebagai sayuran, bumbu masak, acar, dan asinan. Daun muda dapat dikukus untuk lalap. Cabai rawit dapat diperbanyak dengan biji.

Sunday, February 13, 2011

Cabai Merah (Capsicum Annuum L.)

Cabai Merah (Capsicum Annuum L.)


Nama Lokal : Nama Daerah: Sumatera; campli, capli (Aceh), ekiji-kiji, kidi-kidi (Enggano), leudeu (Gayo), lacina (Batak Karo), lasiak, lasina (Batak Toba), lada sebua (Nias), raro sigoiso (Mentawai), lado (Minangkabau), cabi (Lampung), cabe, lasinao (Melayu). Jawa; cabe, lombok, sabrang (Sunda), lombok, mengkreng, cabe (Jawa), cabhi (Madura), tabia (Bali). Nusa Tenggara; sebia (Sasak), saha, sabia (Bima), mbaku hau (Sumba), koro (Flores), hili (Sawu). Kalimantan; sahang (Banjar), rada (Sampit), sambatu (Ngaju). Sulawesi; rica (Mana-do), bisa (Sangir), mareta (Mongondow), malita (Gorontalo), lada (Makasar), ladang (Bugis). Maluku; manca (Seram), siri (Ambon), kastela (Buru), maricang (Halmahera), rica lamo (Ternate, Tidore), maresen (Kalawat), rihapuan (Kapaon), riksak (Sarmi), ungun gunah (Berik). NAMA ASING : La chiao (Chi.), spaanse peper (Bel.), piment, guinea pepper, cayenne pepper, red pepper (Ing.), poivre long (P), beisbeere, spanischer pfeffer (J).NAMA SIMPLISIA : Capsici Fructus (buah cabai merah).


Uraian : Cabai berasal dari Amerika tropis, tersebar mulai dari Meksiko sampai bagian utara Amerika Selatan. Di Indonesia, umumnya cabai dibudidayakan di daerah pantai sampai pegunungan, hanya kadang-kadang menjadi liar. Perdu tegak, tinggi 1 - 2,5 m, setahun atau menahun. Batang berkayu, berbuku-buku, percabangan lebar, penampang bersegi, batang muda berambut halus berwarna hijau. Daun tunggal, bertangkai (panjangnya 0,5 - 2,5 cm), letak tersebar. Helaian daun bentuknya bulat telur sampai elips, ujung runcing, pangkal meruncing, tepi rata, pertulangan menyirip, panjang 1,5-12 cm, lebar 1-5 cm, berwarna hijau. Bunga tunggal, berbentuk bintang, berwarna putih, keluar dari ketiak daun. Buahnya buah buni berbentuk kerucut memanjang, lurus atau bengkok, meruncing pada bagian ujungnya, menggantung, permukaan licin mengkilap, diameter 1-2 cm, panjang 4-17 cm, bertangkai pendek, rasanya pedas. Buah muda berwarna hijau tua, setelah masak menjadi merah cerah. Biji yang masih muda berwarna kuning, setelah tua menjadi cokelat, berbentuk pipih, berdiameter sekitar 4 mm. Rasa buahnya yang pedas dapat mengeluarkan air mata orang yang menciumnya, tetapi orang tetap membutuhkannya untuk menambah nafsu makan. Keanekaragaman jenis cabai merah cukup tinggi. Artinya, cabal merah memiliki beberapa varietas dan kultivar yang dibedakan berdasarkan bentuk, ukuran, rasa pedas, dan warna buahnya. Cabai merah dapat diperbanyak dengan biji.

Buni (Antidesma bunius (L.) Spreng.)

Buni (Antidesma bunius (L.) Spreng.)


Nama Lokal : Barune, huni, h. gedeh, h. wera (Sunda); wuni (Jawa); Burneh (Madura); buni, katakuti, kutikata (Maluku); Bune tedong (Makasar); U ye cah (China).

Uraian : Pohon buah, tinggi 15-30 m. Pohon berbatang sedang ini tersebar di Asia Tenggara dan Australia, di Jawa tumbuh liar di hutan atau ditanam di halaman dan dapat ditemukan dari dataran rendah sampai 1400 m dpi. Daun tunggal, bertangkai pendek, bentuknya bulat telur sungsang sampai lanset, panjang 9-25 cm, tepi rata agak bergelombang, ujung meruncing, pangkal tumpul. Daun muda warnanya hijau muda, setelah tua menjadi hijau tua. Buni berumah dua, bunga dalam tandan, keluar dari ketiak daun atau di ujung percabangan. Buahnya kecil-kecil panjang sekitar 1 cm, bentuknya elips berwarna hijau, bila masak menjadi ungu kehitaman dan rasanya manis sedikit asam. Biji pipih dengan rusuk berbentuk jala. Daun muda rasanya sedikit asam, dapat disayur atau dimakan mentah sebagai lalap. Buah muda dirujak dengan buah lain, sedang yang masak dapat dimakan langsung, diekstrak dengan brandi, dibuat selai atau sirup. Daunnya oleh pembuat jamu disebut mojar, biasa dipakai untuk campuran ramuan jamu kesehatan. Perbanyakan dengan biji atau okulasi.

Buncis (Phaseolus vulgaris L.)

Buncis (Phaseolus vulgaris L.)


Nama Lokal : NAMA DAERAH : (Sunda ) kacang buncis; (Jawa) buncis

NAMA SIMPLISIA Phaseoli Semen, Fabarum Semen, Buncis, Phaseoli Fructus, Phaseoli Legumina, Buah Buncis.

Uraian : Semak tegak atau membelit, panjang 0,3 - 3 m. Daun penumpu tetap melekat lama. Anak daun bulat telur, dengan pangkal membulat, meruncing, kedua belah sisi berambut, 5-13 x 4-9 cm. Tandan bunga duduk di ketiak, dengan 1-2 pasangan bunga. Tangkai tandan masif, setinggi-tingginya 6 cm, kerapkali Iebih pendek. Anak daun pelindung di bawah kelopak panjang 3-9 mm. Kelopak tinggi 5-8 mm, gigi yang teratas sangat pendek. Mahkota hampir selalu putih, menjadi kuning, kadang-kadang ungu, bendera pada pangkalnya dengan 2 telinga, luas memutar kurang dari 2 kali, sayap berkuku panjang. Benang sari bendera Iepas, lainnya bersatu. Tangkai putik dekat ujung berjanggut. Polongan dapatt berubah bentuk dan ukuran. Biji putih, kuning, merah, lila, coklat atau hitam. Keping biji dari tanaman kecambah muncul di atas tanah. Dari Amerika; banyak ditanam. Catatan: Biji dan buah dijumpai dalam banyak variasi dan diperdagangkan dengan nama yang sangat berbeda sebagai sayuran, buncis coklat dan putih, buncis spercie dan snijbonen, buncis peluru dan kievitsbonen, dsb. Bagian yang digunakan; buah dan biji.

Komposisi : KANDUNGAN KIMIA; Kandungan kimia dalam buah, batang, dan daun adalah alkaloid, saponin, polifenol, dan flavonoid, asam amino, asparagin, tannin, fasin (toksalbumin). Sementara kandungan kimia bijinya adalah glukoprotein, tripsin inhibitor, hemaglutinin, stigmasterol, sitosterol, kaempesterol, allantoin dan inositol. Kulit biji mengandung leukopelargonidin, leukosianidin, kaempferol, kuersetin, mirisetin, pelargonidin, sianidin, delfinidin, pentunididin dan malvidin. Dan buncis segar mengandung vitamin A dan vitamin C.

Penyakit yang Dapat Diobati : Khasiat Diuretik.

Kegunaan : Khasiat dari buncis adalah meluruhkan air seni, menurunkan kadar gula dalam darah, menurunkan tekanan darah tinggi, dan daunnya untuk menambah zat besi. Biji buncis berfungsi untuk menurunkan tekanan darah dan kadar gula darah serta mengobati busung air dan beri-beri. Buncis juga berguna untuk memperlancar ASI.

Ramuan dan Takaran :
  • Kencing Manis : Buah Buncis 250 gr, dikukus. Dimakan sebagai lalap 3 kali sehari, tiap kali makan 250 gr.

Buah Nona (Annona reticulata L.)

Buah Nona (Annona reticulata L.)

 

Nama Lokal : NAMA DAERAH; Buwah nona, Buah nona kapri, Jambu nona, Serba rabsa (Aceh); Buwah unah (Lampung); Manowa, Nona (Sunda); Kanowa, Kemulwa, Kluwa (Jawa); Buwah nyonya (Ambon). NAMA ASING: NAMA SIMPLISIA Annonae reticulatae Semen; Biji Buah Nona. Annonae reticulatae Folium; Daun Buah Nona.

Uraian : Pohon atau perdu, tinggi 3-7 m, semua bagian jika diremas berbau kuat. Daun memanjang sampai bentuk Ianset, 9 - 30 x 3,5 - 7 cm, cukup lemas, tepi rata. Bunga dalam karangan yang pendek, berbunga 2-10. Daun kelopak waktu kuncup tersusun secara katup, segitiga kecil, pada pangkalnya bersatu. Daun mahkota terluar berdaging sangat tebal, 2-3 cm panjangnya, dari dalam putih kekuningan, dengan pangkal berongga akhirnya ungu. Daun mahkota yang dalam sangat kecil. Dasar bunga meninggi. Benang sari banyak, putih. Penghubung ruang sari di atas ruang sari melebar, dan menutup ruangnya. Bakal buah banyak. Kepala putik boleh dikatakan duduk. Buah majemuk lebih kurang bentuk bola, garis tengah 5-12 cm; anak buah khususnya dengan ujung datar, juga pada waktu masak masih berhubungan. Biji coklat hitam. Daging buah putih kotor. Pohon buah dari Hindia Barat. Bagian yang digunakan; biji, buah muda, dan daun.

Komposisi : Tanin, alkaloid anonaina, dan retikulina.

Kegunaan :
1. Biji : Kutu kepala (obat luar). 
2. Daun : Sariawan, Obat cacing. 
3. Buah muda : Disentri, Mencret, Obat cacing.

Ramuan dan Takaran :
1. Obat Cacing
  • Daun Buah Nona segar 4 gr, Air 110 ml. Dibuat infus atau diseduh. Diminum sehari 1 kali 100 ml. Diulang selama 4 hari. 
2. Sariawan
  • Daun Buah Nona segar 4 gr, Daun Sirih segar 3 helai, Daun Saga 4 gr, Air 110 ml, Serbuk gips (ditambahkan setelah ramuan dingin)  6 gr. Dibuat infus atau diseduh. Diminum 1 kali sehari 100 ml. Diulang selama 7 hari.

Buah Makasar (Brucea javanica [L.] Merr.)

Buah Makasar (Brucea javanica [L.] Merr.)


Nama Lokal : NAMA DAERAH; (Sumatera) dadih-dadih, tambar sipago, t. sipogu, t. bui, malur, sikalur, belur; (Jawa) kendung peucang, ki padesa, kuwalot, trawalot, walot (Sunda), kwalot (Jawa); (Sulawesi) tambara marica (Makasar); (Maluku) nagas (Ambon). NAMA ASING Ya dan zi (C), false sumac, java brucea fruit (I). NAMA SIMPLISIA Bruceae Fructus (buah makasar).



Uraian : Buah makasar tumbuh liar di hutan, kadang-kadang ditanam sebagai tanaman pagar. Buah Makasar tumbuh pada ketinggian 1-500 m dpl. Perdu tegak, menahun, tinggi 1 - 2,5 m, berambut halus warna kuning. Daunnya berupa daun majemuk menyirip ganjil, jumlah anak daun 5-13, bertangkai, letak berhadapan. Helaian anak daun berbentuk lanset memanjang, ujung meruncing, pangkal berbentuk baji, tepi bergerigi kasar, permukaan atas berwarna hijau, permukaan bawah berwarna hijau muda, panjang 5-10 cm, lebar 2-4 cm. Bunga majemuk berkumpul dalam rangkaian berupa malai padat yang keluar dari ketiak daun, warna ungu kehijauan. Buahnya buah batu berbentuk bulat telur, panjang sekitar 8 mm, jika sudah masak berwarna hitam. Bijinya bulat, berwarna putih. Di Indonesia, buahnya disebut biji makasar. Buah makasar dapat diperbanyak dengan biji.

Blustru (Luffa cylindrica [L.] Roem.)

Blustru (Luffa cylindrica [L.] Roem.)


Nama Lokal :

NAMA DAERAH : Sumatera; blustru (Melayu), hurung jawa, ketola, timput (Palembang). Jawa; lopang, oyong (Sunda), bestru, blestru, blustru (Jawa). Maluku; dodahala (Halmahera), petola panjang, p. cina.
NAMA ASING : Si gua luo (C), patola, taboboc (Tag.), sponskomkommer, zeefkomkommer (B), sponge gourd, gourd towel, loofah (I).
Nama simplisia Retinervus Luffae Fructus (sabut buah blustru), Luffae Folium, (daun blustru).


Uraian :

Umumnya, blustru ditanam di ladang, dirambatkan pada pagar halaman sebagai tanaman sayur, atau tumbuh liar di semak, tepi sungai, dan pantai. Terna semusim, panjang batangnya dapat mencapai 2-10 m, memanjat dengan sulur-sulur (alat pembelit) yang keluar dari ketiak daun. Daun tunggal, panjang tangkai daun 4-9 cm, letak berseling. Helaian daun bulat telur melebar, berlekuk menjari 5-7 buah, pangkal daun berbentuk jantung, tulang daun menonjol di bawah, warna permukaan atas daun hijau tua, warna permukaan bawah daun hijau muda, panjang 6-25 cm, lebar 7,5-27 cm. Bunga berkelamin tunggal, terdapat dalam satu pohon. Mahkota bunga berwarna kuning. Buah tergantung atau tergeletak di atas tanah, bentuknya silindris atau bulat memanjang, panjang 10-50 cm, dengan garis tengah 5-10 cm, jika sudah tua berwarna cokelat. Bagian dalam buah yang sudah masak terdapat anyaman sabut yang rapat. Bijinya gepeng dengan tepi berbentuk sayap, licin, berwarna hitam. Buah muda dapat disayur, sedang daun muda dapat digulai atau dibotok. Sabutnya dapat digunakan untuk mencuci perabotan rumah tangga.Tanaman ini dapat diperbanyak dengan biji.

Bligu (Benincasa hispida (Thunb,) Cogn.)

Bligu (Benincasa hispida (Thunb,) Cogn.)


Nama Lokal : NAMA DAERAH: Kundo (Aceh); Gundur (Gayo); Kudul (Simalur); Undru (Nias); Kundue (Minangkabau); Sardak (Lampung); Butong (Dayak); Baligo, Leyor (Sunda); Baligo (Jawa); Bhaligu, Kondur (Madura); Kunrulu (Bugis); Laha (Irian). NAMA ASING: NAMA SIMPLISIA Benincasa Semen; Biji Bligu.
Uraian : Tanaman menjalar, batang berkayu, lunak, berbulu, warna hijau. Daun tunggal, bulat, tepi rata, ujung tumpul, pangkal membulat, panjang 10-17 cm, lebar 9-15 cm, warna hijau. Bunga tunggal, berkelamin dua, tumbuh di ketiak daun, mahkota berbulu halus, warna kuning. Buah buni, bulat memanjang, berdaging, panjang 15-20 cm, warna hijau keputih putihan. Bagian yang digunakan biji dan buah.

Belimbing wuluh (Averhoa bilimbi L.)

Belimbing wuluh (Averhoa bilimbi L.)


Nama Lokal : Limeng, selimeng, thlimeng (Aceh); selemeng (Gayo); Asom, belimbing, balimbingan (Batak); malimbi (Nias); balimbieng (Minangkabau); belimbing asam (Melayu); Balimbing (Lampung); calincing, balingbing (Sunda); Balimbing wuluh (Jawa); bhalingbhing bulu (Madura); Blingbing buloh (Bali); limbi (Bima); balimbeng (Flores); Libi (Sawu); belerang (Sangi).

Uraian : Pohon kecil, tinggi mencapai 10 m dengan batang yang tidak begitu besar dan mempunyai garis tengah hanya sekitar 30 cm. Ditanam sebagai pohon buah, kadang tumbuh liar dan ditemukan dari dataran rendah sampai 500 m dpi. Pohon yang berasal dari Amerika tropis ini menghendaki tempat tumbuh tidak ternaungi dan cukup lembab. Belimbing wuluh mempunyai batang kasar berbenjol-benjol, percabangan sedikit, arahnya condong ke atas. Cabang muda berambut halus seperti beludru, warnanya coklat muda. Daun berupa daun majemuk menyirip ganjil dengan 21-45 pasang anak daun. Anak daun bertangkai pendek, bentuknya bulat telur sampai jorong, ujung runcing, pangkal membundar, tepi rata, panjang 2-10 cm, lebar 1-3 cm, warnanya hijau, permukaan bawah hijau muda. Perbungaan berupa malai, berkelompok, keluar dari batang atau percabangan yang besar, bunga kecil-kecil berbentuk bintang warnanya ungu kemerahan. Buahnya buah buni, bentuknya bulat lonjong bersegi, panjang 4-6,5 ern, warnanya hijau kekuningan, bila masak berair banyak, rasanya asam. Biji bentuknya bulat telur, gepeng. Rasa buahnya asam, digunakan sebagai sirup penyegar, bahan penyedap masakan, membersihkan noda pada kain, mengkilapkan barang-barang yang terbuat dari kuningan, membersihkan tangan yang kotor atau sebagai bahan obat tradisional. Perbanyakan dengan biji dan cangkok.

Belimbing Manis (Averhoa carambola L.)

Belimbing Manis (Averhoa carambola L.)


Nama Lokal : Nama Daerah : Belimbing manis (Indonesia); Belimbing manih (Minangkabau); Belimbing legi (Jawa); Balingbing amis (Sunda); Bhalimbing manes (Madura); Balirang (Bugis).
Nama Asing : Star fruit (Ingg.); Mafuang (Thailand); Balimbing (Filipina); Yang tao (Cina); Gorensi (Jepang).

Uraian : Belimbing Manis (Averrhoa carambola) tumbuh dalam bentuk pohon, berumur panjang (perenial) dengan tinggi 6 - 9 m. Batang berkayu (lignosus), berbentuk silindris, tumbuh tegak, berwarna coklat tua, kulit kayu tipis, permukaan kasar. Percabangan banyak, arah cabang miring ke atas dan mendatar sehingga membentuk pohon yang rindang. Daun majemuk, bertangkai panjang, warna hijau tua, bentuk bulat telur, panjang 4 - 6 cm, lebar 3 - 4 cm, helaian daun tipis tegar, ujung meruncing (acuminatus), pangkal tumpul (obtusus), tepi rata, susunan pertulangan menyirip (pinnate), tidak memiliki daun penumpu, permukaan atas dan bawah halus. Bunga majemuk, kelopak berbentuk bintang (stellatus), mahkota berwarna merah jingga, panjang mahkota ± 8 mm, daun mahkota berlekatan (gamopetalus). Buah berlekuk 5 menyerupai bintang, panjang 10 - 12 cm, buah muda berwarna hijau - setelah tua menjadi kuning, bentuk biji pipih - berwarna coklat tua, berbuah setelah berumur 2 - 5 tahun. Akar tunggang. Perbanyakan secara generatif (biji).

Belimbing Asam (Averhoa bilimbi.)

Belimbing Asam (Averhoa bilimbi.)


 

Nama Lokal : Belimbing Asam (Indonesia); Calincing (sunda); Blimbing wuluh (Jawa); Bhalimbing bulu (Madura); Blimbing buluh (Bali); Selimeng (Aceh); Balimbing (Lampung); Balimbeng (Flores); Celane (Bugis); Takurela (Ambon).

Uraian : Belimbing asam (Averhoa bilimbi) dapat tumbuh baik di tempat-tempat terbuka yang mempunyai ketinggian kurang dari 500 m dpl. Di negara asalnya, tanaman ini tumbuh baik di daerah tropis dan di Indonesia banyak dipelihara di pekarangan atau kadang-kadang tumbuh secara liar diladang atau tepi hutan. Tumbuhan ini tingginya dapat mencapai lebih dari 10 m dan mempunyai batang yang keras. Ada 2 varietas dari tumbuhan belimbing asam yaitu yang menghasilkan buah berwarna hijau dan kuning muda atau sering pula dianggap berwarna putih. Batangnya tidak banyak memiliki cabang, sedang daunnya bersirip genap. Bunganya yang kecil-kecil menggantung berwarna merah atau keunguan dengan buah memanjang dan dalamnya berongga berbiji-biji. Daging buahnya banyak mengandung air yang berasa asam.

Komposisi : KANDUNGAN KIMIA; Buah belimbing asam mempunyai kandungan unsur kimia yang disebut asam oksalat dan kalium. Disamping itu, daun belimbing asam mengandung ekstrak untuk melawan staphylococus.

Penyakit yang Dapat Diobati : Batuk, Beguk, Encok, Sariawan, Hipertensi, Diabetes melitus, Demam, Radang poros usus, Menghilangkan jerawat.

Contoh Pemakaian :
1. Batuk
  • 1 genggam bunga belimbing asam dan 1 potong gula batu. Direbus bersama-sama dengan 1 gelas air sampai mendidih hingga tinggal ½ Gelas. Diminum pagi dan sore secara rutin.
  • Daun, bunga dan buah belimbing asam ditambah gula merah dan adas pulawaras. Direbus bersama-sama dengan 1 gelas air sampai mendidih hingga tinggal ½ gelas. Diminum pagi dan sore secara rutin.
2. Beguk
  • 10 lembar daun belimbing asam dan 4 siung bawang merah. Ditumbuk bersama-sama sampai halus. Untuk bobok dan obat luar
3. Encok
  • 1 genggam  daun belimbing asam ditambah kapur sirih. Ditumbuk halus bersama-sama. Digosokan sebagai param.
  • 4 genggam daun belimbing asam. Ditumbuk halus. Digunakan untuk menggosok bagian pinggang.
4. Sariawan
  • 11 kuntum bunga belimbing asam, asam jawa dan gula merah. Direbus bersama-sama dengan 2 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas. Diminum pagi dan sore.
5. Hipertensi
  • 3 buah belimbing asam, ½ ikat daun kemangi. Direbus bersama dengan 2 gelas air sampai mendidih hingga tinggal ½ gelas, kemudian disaring untuk diambil airnya. Diminum menjelang tidur dan diulangi 3 hari sekali.
6. Diabetes mellitus, demam dan radang poros usus
  • 3 genggam daun belimbing asam. Direbus dengan 1 liter air sampai mendidih, kemudian disaring untuk diambil airnya. Diminum 2 kali sehari, pagi dan sore.
7. Menghilangkan Jerawat
  • 3 buah belimbing asam dan garam secukupnya. Buah belimbing diparut dahulu, kemudian kedua bahan tersebut dicampur sampai merata. Digunakan sebagai bedak pada bagian wajah yang berjerawat.