PPCindo

KumpulBlogger

Search This Blog

Showing posts with label tanaman obat. Show all posts
Showing posts with label tanaman obat. Show all posts

Monday, February 14, 2011

Daun Dewa (Gynura segetum (Lour.) Merr.)

Daun Dewa (Gynura segetum (Lour.) Merr.)


 

Nama Lokal : Beluntas cina, daun dewa (Sumatra), Samsit; San qi cao (China).

Uraian : Terna tahunan, tegak, tinggi ± 50 cm, pada umumnya ditanam dipekarangan sebagai tanam obat. Batang muda berwarna hijau dengan alur memanjang warna tengguli, bila agak tua bercabang banyak. Daun tunggal, mempunyai tangkai, bentuk bulat telur sampai bulat memanjang. Ujung melancip. Daun tua membagi sangat dalam. Daun banyak berkumpul di bawah, agak jarang pada ujung batang, letak berseling. Kedua permukaan daun berambut lembut, warna putih. Warna permukaan daun hijau tua, bagian bawah berwarna hijau muda. Panjang daun 8-20 cm. lebar 5 - 10 cm. Bunga terletak di ujung batang, warna kuning berbentuk bonggol (kepala bunga). Mempunyai umbi berwarna ke abu-abuan, panjang 3-6 cm, dengan penampang ± 3 cm.

Daruju (Acanthus ilicifolius L.)


Daruju (Acanthus ilicifolius L.)




Nama Lokal : NAMA DAERAH: Jeruju (Melayu); daruju (Jawa). Nama asing Lao shu le (Ch), sea holly (Ing). Nama simplisia Acanthi Radix (akar daruju).

Uraian : Daruju tumbuh liar di daerah pantai, tepi sungai, serta tempat-tempat lain yang tanahnya berlumpur dan berair payau. Semak tahunan, berbatang basah, tumbuh tegak atau berbaring pada pangkalnya, tinggi 0,5 - 2 m, berumpun banyak. Batang bulat silindris, agak lemas, permukaan licin, berwarna kecokelatan, berduri panjang dan runcing. Daun tunggal, bertangkai pendek, letak berhadapan bersilang. Helaian daun berbentuk memanjang atau lanset, pangkal dan ujung runcing, tepi bercangap menyirip dengan ujung-ujungnya berduri tempel, panjang 9-30 cm, lebar 4-12 cm. Bunga majemuk berkumpul dalam bulir yang panjangnya 6-30 cm, keluar dari ujung batang, mahkota bunga berwarna ungu kebiruan. Buahnya berupa buah kotak, bulat telur, panjang ± 3 cm, berwarna cokelat kehitaman. Biji berbentuk ginjal, jumlahnya 2-4 buah. Akarnya berupa akar tunggang, berwarna putih kekuningan. Daruju dapat diperbanyak dengan biji.

Dandang Gendis (Clinacanthus nutans Lindau)

Dandang Gendis (Clinacanthus nutans Lindau)


Nama Lokal : Nama Daerah: Ki tajam (sunda); Gendis (jawa). Nama Asing: Nama Simplisia: Clinacanthi nutans Folium; Daun Dandang Gendis.
Uraian : Tanaman perdu tahunan, tinggi lebih kurang 2,5m. Batang berkayu, tegak, beruas dan berwarna hijau. Daun tunggal, berhadapan, bentuk lanset, panjang 8-12mm, lebar 4-6mm, bertulang menyirip, berwarna hijau. Bunga majemuk, bentuk malai, di ketiak daun dan di ujung batang, mahkota bunga berbentuk tabung, panjang 2-3 cm berwarna merah muda. Buah kotak, bulat memanjang berwarna cokelat.

Dadap Serep (Erythrina subumbrans(Hask.) Merr)

Dadap Serep (Erythrina subumbrans(Hask.) Merr)

Nama Lokal : NAMA SIMPLISIA Erythrinae Folium; Daun Dadap Serep.

Uraian : Tumbuhan berupa pohon. Batang ada yang berduri dan ada yang halus. Daun tiga bersatu dan berbentuk belah ketupat. Bagian yang digunakan daun dan kulit kayu.

Komposisi : Alkaloid, eritradina, eritrina, eritramina, hipaforina, dan erisovina.

Penyakit yang Dapat Diobati : SIFAT KHAS; Pahit, mendinginkan, dan membersihkan darah. KHASIAT Daun: Antipiretik dan anti inflamasi. Kulit Kayu: Ekspektoran. (PENELITIAN Roswina Silalahi, 1988. Jurusan Farmasi, FMIPA USU. Telah melakukan penelitian efek antipiretik hasil penyaringan dan infus daun Dadap Serep terhadap burung merpati. Dari hasil penelitian tersebut, ternyata infus daun Dadap Serep berkhasiat sebagai antipiretik, sedangkan hasil penyarian dengan kloroform tidak memberikan efek antipiretik. Sebagai kontrol digunakan suspensi parasetamol 300 mg/kg bb. Roy Mustakin, 1992. Jurusan Farmasi, FMIPA UNAND. Pembimbing: Drs. Rusdi, M.S. dan Dra. Armenia, M.S. Telah melakukan penapisan aktivitas farmakodinamik ekstrak etanol daun beberapa species Erythrina (E. orierrtalis, E. irtdica, dan E. litliospernla). Dari hasil penelitian tersebut, ternyata ekstrak etanol ketiga daun tersebut memiliki aktivitas penekanan sistem saraf pusat, relaksasi otot simpatolitik dan para simpatomimetik. Aktivitas analgesik hanya terdapat pada E. indica dan F. litlnosperrrla. Intensitas efek meningkat dengan meningkatnya dosis yang diberikan. Christine Gunawan, 1993. Fakultas Farmasi, WIDMAN. Pembimbing: Drs. Soemartojo. Telah melakukan penelitian pengaruh pemberian infus daun Dadap Serep terhadap produksi air susu pada mencit yang menyusui. Dari hasil penelitian tersebut, ternyata ada perbedaan yang bermakna produksi air susu pada pemberian infus Dadap Serep sebesar 40%.)

Dadap Ayam (Erythrina variegata L. Var..Orientalis(L.) Merr)

Dadap Ayam (Erythrina variegata L. Var..Orientalis(L.) Merr)














Nama Lokal : NAMA DAERAH: Blendung, Dadap blendung (Sunda); Dadap ayam, Dadap laut (Jawa); Dalungdung (Bali); Deris (Timor); Theutheuk (Madura); Galala kokotu (Ternate); Galala itam (Maluku); Lola kohori (Tidore). NAMA ASING: Dapdap, Andorogat (Fil.); Th'ong banz (Laos - Sino-Tibetan); Thong baan, Thong laang Laai, Thong  phueak (Thai.); Penglay-kathit (Burma); Indian coral tree, Tiger's claw (Ingg.); Arbre au corail, Arbre Immortel  NAMA SIMPLISIA Erythrinae variegatae Folium; Daun Dadap Ayam.


Uraian : Pohon yang menggugurkan daunnya, tinggi 15 - 25 m. Batang dan ranting kebanyakan berduri tempel. Poros daun dengan tangkai panjang 10-40 cm, tidak berduri tempel, anak daun bulat telur terbalik, segitiga atau bentuk belah ketupat dengan ujung tumpul, tepi rata, jarang berlekuk sedikit, anak daun ujung yang terbesar, 9 - 25 x 10 - 30 cm. Bunga dalam tandan samping, pada ujung ranting yang gundul atau yang ada daun mudanya. Daun pelindung cepat rontok. Bunga tiga-tiga pada tonjolan, anak tangkai 0,5 - 1 cm. Kelopak akhirnya membelah dalam seperti pelepah; bendera 5,5 - 8 kali, lebih kurang 8 cm, berkuku pendek, tidak bergaris putih, sayap muncul di Iuar kelopak, 1,5 - 2,5 cm panjangnya, lunas lebih kurang sama panjang, berdaun lepas, merah kotor. Bakal buah berambut rapat, bertangkai. Polongan di atas sisa kelopak di atas tangkai yang panjangnya 1,5 - 3 cm, menyempit di antara biji-biji, 10-25 x sekitar 2 cm, dinding luar dapat lepas dari dinding dalam dan membuka tidak beraturan. Biji 1-12, panjang sekitar 2 cm. Di pantai atau daerah belakangnya, tepi muara sungai, juga dipelihara sampai 1200 m. dpl. Bagian yang digunakan; daun, kulit kayu, akar, bunga, dan biji. Perbanyakan dapat dilakukan melalui biji atau stek besar.

Ciplukan (Physalis peruviana, Linn.)

Ciplukan (Physalis peruviana, Linn.)


 

Nama Lokal : Morel berry (Inggris); Ciplukan (Indonesia); Ceplukan (Jawa); Cecendet (Sunda); Yor-yoran (Madura); Lapinonat (Seram); Angket, Kepok-kepokan, Keceplokan (Bali); Dedes (Sasak); Leletokan (Minahasa).

Uraian : Tumbuhan Ciplukan (Physalis minina) merupakan tumbuhan liar, berupa semak/perdu yang rendah (biasanya tingginya sampai 1 meter) dan mempunyai umur kurang lebih 1 tahun. Tumbuhan ini tumbuh dengan subur di dataran rendah sampai ketinggian 1550 m. dpl, tersebar di tanah tegalan, sawah-sawah kering, serta dapat ditemukan di hutan-hutan jati. Bunganya berwarna kuning, buahnya berbentuk bulat dan berwarna hijau kekuningan bila masih muda, tetapi bila sudah tua berwarna coklat dengan rasa asam-asam manis. Buah Ciplukan yang muda dilindungi cangkap (kerudung penutup buah).

Cincau (Cylea barbata, Miers.)

Cincau (Cylea barbata, Miers.)


Nama Lokal : Cincau (Indonesia); Camcao, Juju, Kepleng (Jawa); Camcauh, Tahulu (Sunda).

Uraian :
Tumbuhan Cincau (Cylea barbata) termasuk tumbuhan berbatang merambat, diameter lingkar batang kecil, kulit batangnya kasap dan berduri. Panjang batangnya mampu mencapai belasan meter dan daunnya berbentuk perisai dengan permukaan dipenuhi bulu. Bunga tumbuhan ini berwara kuning dengan buah batu berwarna merah, mempunyai bentuk lonjong. Tumbuhan ini sering ditemukan di daerah terbuka tepi hutan atau semak belukar, Tetapi ada juga yang dipelihara dan merambat pada semak belukar maupun pagar tanaman. Tumbuhan Cincau cocok tumbuh di daerah yang mempunyai ketinggian kurang dari 1000 meter di atas permukaan laut.



Ceremai (Phyllanthus acidus [L.] Skeels.)

Ceremai (Phyllanthus acidus [L.] Skeels.)


Nama Lokal : Careme, cerme (Sunda); cerme (Jawa); careme (Madura); Ceremoi (Aceh); cerme, ceramai, camin-camin (Sumatera); Carmen, cermen (Bali); sarume (Bima); lumpias aoyok, tili, Lombituko bolaano, caramele, carameng (Sulawesi); Ceremin (Ternate); selemele, selumelek (Roti); Salmele, cermele (Timor).

Uraian : Pohon ini berasal dari India, dapat turnbuh pada tanah ringan sampai berat, dan tahan akan kekurangan atau kelebihan air. Ceremai banyak ditanam di halaman, ladang dan tempat lain sampai ketinggian 1000 m dpl. Pohon kecil, tinggi sampai 10 m, kadang lebih. Percabangan banyak, kulit kayunya tebal. Daun tunggal, bertangkai pendek, tersusun dalam tangkai membentuk rangkaian seperti daun majemuk. Helai daun bundar telur sampai jorong, ujung runcing, pangkal tumpul sampai bundar, tepi rata, pertulangan menyirip, permukaan licin tidak berambut, panjang 2 - 7 cm, lebar 1,5 - 4 cm, warna hijau muda. Tangkai bila gugur akan meninggalkan bekas yang nyata pada cabang. Perbungaan berupa tandan yang panjangnya 1,5 - 12 cm, keluar di sepanjang cabang, kelopak bentuk bintang, mahkota merah muda. Terdapat bunga betina dan jantan dalam satu tandan. Buahnya buah batu, bentuknya bulat pipih, berlekuk 6 - 8, panjang 1,25 - 1,5 cm, lebar 1,75 - 2,5 cm, warnanya kuning muda, berbiji 4-6, rasanya asam. Biji bulat pipih berwarna cokelat rnuda. Daun muda bisa dimakan sebagai sayuran. Buah muda bisa dimasak bersama sayuran untuk menyedapkan masakan karena memberi rasa asam. Buah masak dapat dimakan langsung setelah diremas dengan air garam untuk mengurangi rasa sepat dan asam, dimakan setelah dibuat manisan atau selai. Perbanyakan dengan biji atau okulasi.