PPCindo

KumpulBlogger

Search This Blog

Showing posts with label obat bunga. Show all posts
Showing posts with label obat bunga. Show all posts

Monday, February 14, 2011

Cengkeh (Syzygium aromaticum, (Linn.) Merr.)

Cengkeh (Syzygium aromaticum, (Linn.) Merr.)


Nama Lokal : Clove (Inggris); Cengkeh (Indonesia, Jawa, Sunda); Wunga Lawang (Bali); Cangkih (Lampung); Sake (Nias); Bungeu lawang (Gayo); Cengke (Bugis); Sinke (Flores); Canke (Ujung Pandang); Gomode (Halmahera, Tidore).

Uraian : Cengkeh (Syzygium aromaticum) termasuk jenis tumbuhan perdu yang dapat memiliki batang pohon besar dan berkayu keras, cengkeh mampu bertahan hidup puluhan bahkan sampai ratusan tahun , tingginya dapat mencapai 20-30 meter dan cabang-cabangnya cukup lebat. Cabang-cabang dari tumbuhan cengkeh tersebut pada umumnya panjang dan dipenuhi oleh ranting-ranting kecil yang mudah patah. Mahkota atau juga lazim disebut tajuk pohon cengkeh berbentuk kerucut. Daun cengkeh berwarna hijau berbentuk bulat telur memanjang dengan bagian ujung dan panggkalnya menyudut, rata-rata mempunyai ukuran lebar berkisar 2-3 cm dan panjang daun tanpa tangkai berkisar 7,5 - 12,5 cm. Bunga dan buah cengkeh akan muncul pada ujung ranting daun dengan tangkai pendek serta bertandan. Pada saat masih muda bunga cengkeh berwarna keungu-unguan, kemudian berubah menjadi kuning kehijau-hijauan dan berubah lagi menjadi merah muda apabila sudah tua. Sedang bunga cengkeh keringakan berwarna coklat kehitaman dan berasa pedas sebab mengandung minyak atsiri. Umumnya cengkeh pertama kali berbuah pada umur 4-7 tahun. Tumbuhan cengkeh akan tumbuh dengan baik apabila cukup air dan mendapat sinar matahari langsung. Di Indonesia, Cengkeh cocok ditanam baik di daerah dataran rendah dekat pantai maupun di pegunungan pada ketinggian 900 m. dpl.

Cempaka Putih (Michelia alba Dc.)

Cempaka Putih (Michelia alba Dc.)


cempaka+putih,+Michelia+alba+Dc. 6 Khasiat Pokok Bunga Cempaka (Petua Orang Lama)
Nama Lokal : NAMA DAERAH : Jeumpa gadeng (Aceh); Cempaka putieh (Minangkabau); Campaka bodas (Sunda); Pecari putih, Cempaka putih (Jawa); Campaka pote (Madura); Cempaka mawure (Sulawesi Utara); Bunga eja kebo, Patene (Ujung Pandang); Bunga eja mapute (Bugis); Capaka bobudo (Ternate); Capaka bobulo (Tidore). NAMA ASING: NAMA SIMPLISIA Micheliae albae Flos; Bunga Cempaka Putih.

Uraian :

Tumbuhan berupa pohon, tinggi sampai 30 m. Batang berkayu; daun tunggal, bulat telur, warna hijau. Bunga berwarna putih, harum. Tidak berbuah. Diperbanyak secara vegetatif. Bagian yang digunakan; bunga, daun, dan akar.


Cempaka Kuning (Michelia champaca L.)

Cempaka Kuning (Michelia champaca L.)

2440 michelia champaca yellow jade orchid tree 6 Khasiat Pokok Bunga Cempaka (Petua Orang Lama)

Nama Lokal : Nama Daerah : Cempaka, Cempaka kuning, Jeumpa (Aceh); Jempa, Cempa (Gayo); Campaga (Minangkabau); Cempaka, Cempaka koneng (Sunda); Kantil, Locari, Pecari, Cempaka, Cepaka, Cepaka kuning (Jawa Timur); Kembhang koneng, Campaka, Compaka, Compaka mera (Madura); Campaka, Campaka barak Campaka kuning, Campaka warangan (Batak); Hepaka, Kepaka (Sawu); Sampakang (Sangir); Campaka mariri (Sulawesi Utara). Nama Asing : Nama Simplisia Champacae Folium; Daun Cempaka Kuning. Oleum Champacae; Minyak Cempaka Kuning.


Uraian : Pohon, tinggi 15-25 m. Ujung ranting berambut. Daun bulat telur bentuk lanset, dengan ujung dan pangkal runcing, 10 - 28 x 4,5 - 11 cm, tipis seperti kulit. Bekas daun penumpu pada tangkai daun panjangnya lebih daripada setengah tangkai daun. Bunga berdiri sendiri, oranye, sanget harum baunya. Daun tenda bunga panjangnya 3-5 cm, yang terdalam lebih sempit dan lebih runcing daripada yang terluar. Pada dasar bunga yang berbentuk tiang, bakal buah dan benang sari jelas dipisahkan oleh suatu ruang. Bakal buah lebih daripada 20, berjejal-jejal, bentuk telur yang pipih, berambut, masing-masing dengan bakal biji yang banyak. Buah bentuk bola memanjang, sedikit bengkok, mula-mula hijau, kemudian abu-abu pucat, tertutup dengan jerawat. Biji masak merah tua tergantung keluar pada berkas yang memanjang menjadi benang yang langsing. Dari India, di Jawa ditanam untuk bunganya. Di bawah 1200 m. Bagian yang digunakan; daun, bunga, dan kulit kayu.

Sunday, February 13, 2011

Bunga Tasbih (Canna indica Linn.)

Bunga Tasbih (Canna indica Linn.)


Nama Lokal :
Gany hutan (Melayu); Nyong wana, ganyong alas (Jawa); Ganyol leuweung (Sunda); Puspanyidra, Mel ren jiao gen (China).

Uraian :
Terna besar, tahunan, tinggi mencapai 2 m, dalam tanah, mempunyai rimpang yang tebal seperti ubi. Daun besar dan lebar, nyirip jelas warna hijau (ada yang berwarna tengguli). Bunga besar dengan warna-warna cerah (merah, kuning) tersusun dalam rangkaian berbentuk tandan. Buah berupa buah kendaga, biji banyak, bulat. Hampir selalu ditanam sebagai tanaman hias, tapi tumbuh liar di hutan dan daerah pegunungan sampai ketinggian 1000 m dpl. Jenis lain, Canna edulis Ke Gawl, (Ganyong) mempunyai kelopak bunga lebih kecil, daun hijau tengguli dengan ping lebih tengguli. Ditanam sebagai tanaman hias, rimpangnya dapat dimakan, di Australia sebagai penghasil tepung yang dikenal sebagai "arrowroot of Queensland".

Bungur Kecil (Lagerstroemia indicct L.)

Bungur Kecil (Lagerstroemia indicct L.)


Nama Lokal : NAMA DAERAH; Bungur jepang. NAMA ASING Zi wei hua, tzu hui (C), crape myrtle (I). NAMA SIMPLISIA Lagerstroemiae indicae Radix (akar bungur kecil), Lagerstro miae indicae Flos (bunga bungur kecil ).
Uraian : Biasanya, bungur kecil ditanam sebagai tanaman hias di taman dan halaman rumah atau bisa ditemukan sebagai tumbuhan liar di tebing-tebing dan tepi hutan. Tanaman ini berasal dari Cina dan Korea. Perdu atau pohon kecil, tinggi 2-7 m, percabangan melengkung, pohon berwarna cokelat, halus dan agak mengilap. Daun tunggal, bertangkai pendek, letak berseling. Helaian daun bentuknya elips atau memanjang, ujung tumpul, pangkal membaji, tepi rata, berwarna hijau tua, panjang 2-7 cm, lebar 1-4 cm. Bunga majemuk bentuk malai, panjang 10-50 cm, tepi mahkota bunga bergelombang, berwarna merah, putih, atau ungu, keluar dari ujung tangkai atau ketiak daun. Buahnya agak bulat, panjang 9-13 mm, lebar 8-11 mm. Bungur kecil dapat diperbanyak dengan biji.

Bunga Pagoda (Clerodendrum japonicum [Thunb.] Sweet)

Bunga Pagoda (Clerodendrum japonicum [Thunb.] Sweet)


Nama Lokal : NAMA DAERAH; (Bali) senggugu, tumbak raja. NAMA ASING; He bao hua (C), pagoda flower (I). NAMA SIMPLISIA; Clerodendri japonici Radix (akar bunga pagoda), Clerodendri japonici Flos (bunga pagoda).
Uraian : Umumnya, bunga pagoda ditanam di taman, pekarangan rumah, atau di tepi jalan daerah luar kota sebagai tanaman hias. Perdu meranggas, tinggi 1-3 m. Batangnya dipenuhi rambut halus. Daun tunggal, bertangkai, letak berhadapan. Helaian daun berbentuk bulat telur melebar, pangkal daun berbentuk jantung, daun tua bercangap menjari, panjangnya dapat mencapai 30 cm. Bunganya bunga majemuk berwarna merah, terdiri dari bunga kecil-kecil yang berkumpul membentuk piramid, keluar dari ujung tangkai. Buahnya bulat. Bunga pagoda dapat diperbanyak dengan biji.



Bunga Matahari (Helianthus annuus Linn.)

Bunga Matahari (Helianthus annuus Linn.)


Nama Lokal : bungngong matahuroi, bungka matahari, purbanegara; Bunga panca matoari, bunga teleng matoari, Sungeng; kembang sarengenge, kembhang mataare, bungga ledomata; kembang sangenge, kembhang tampong are; Xiang ri kui (China).

Uraian : Herba anual (umumya pendek, kurang dari setahun), tegak, berbulu, tinggi 1 - 3 m, Ditanam pada halaman dan taman-taman yang cukup mendapat sinar matahari, sebagai tanaman hias. Termasuk tanaman berbatang basah, daun tunggal berbentuk jantung, bunga besar/bunga cawan, dengan mahkota berbentuk pita disepanjang tepi cawan, berwarna kuning, dan di tengahnya terdapat bunga-bunga yang kecil berbentuk tabung, warnanya coklat.


Bunga Kenop (Gomphrena globose Linn.)

Bunga Kenop (Gomphrena globose Linn.)


Nama Lokal : Bunga kenop, kembang puter, ratnapakaja (Indonesia); Adas-adasan, gundul (Jawa); Taimantulu (Gorontalo); Qian hong (China).

Uraian : Herba tahunan, tinggi 60 cm. atau lebih, berambut. Ditanam di halaman sebagai tanaman hias atau tumbuh liar di ladang-ladang yang cukup mendapat sinar matahari sampai setinggi lebih kurang 1400 m. dpl, berasal dari Amerika dan Asia. Batang hijau kemerahan, berambut, membesar pada ruas percabangan. Daun duduk berhadapan, bertangkai, bentuk daun bulat telur sungsang sampai memanjang, dengan panjang 5-10 cm, lebar 2-5 cm, ujung meruncing warna hijau berambut kasar di bagian atas dan halus di bagian bawah, warna rambut putih. Bunga bentuk bonggol, warna merah tua keungu-unguan, seperti bola. (Ada yang berwarna putih).

Brokoli (Brassica oleracea var. italica)

Brokoli (Brassica oleracea var. italica)


Nama Lokal : NAMA DAERAH: Brokoli. Nama asing Broccoli (I). Nama simplisia Brassicae oleraceae Flos (bunga brokoli).

Uraian : Brokoli tergolong ke dalam keluarga kubis-kubisan dan termasuk sayuran yang tidak tahan terhadap udara panas. Akibatnya, brokoli cocok ditanam di dataran tinggi yang lembab dengan suhu rendah, di atas 700 m dpl. Sayuran ini, juga tidak tahan terhadap hujan yang terus-menerus. Jika hal ini terjadi, tanaman brokoli menjadi kekuning-kuningan dan jika membusuk warnanya berbintik-bintik hitam. Daun dan sifat pertumbuhan brokoli mirip dengan bunga kubis. Bedanya, bunga brokoli berwarna hijau dan masa tumbuhnya lebih lama dari kubis bunga. Brokoli tersusun dari bunga-bunga kecil yang berwarna hijau, tetapi tidak sekompak bunga kubis. Demikian pula dengan tangkai bunganya yang lebih panjang. Dibandingkan dengan kubis bunga, setelah direbus tekstur brokoli akan terasa lebih lunak. Panen bunga brokoli dilakukan setelah umurnya mencapai 60-90 hari sejak ditanam, sebelum bunganya mekar, dan sewaktu kropnya masih berwarna hijau. Jika bunganya telah mekar, tangkai bunganya akan memanjang dan keluarlah kuntum-kuntum bunga berwarna kuning. Untuk disantap, perlu dimasak selama beberapa menit saja. Pemasakan yang terlalu lama akan mengurangi khasiat brokoli. Brokoli dapat diperbanyak dengan biji.

Boroco (Celosia argentea Linn.)

Boroco (Celosia argentea Linn.)


Photobucket
Nama Lokal :
Boroco, sangsri (Sunda); sangsri, cuca (Jawa); bayam ekor belanda (Pantai Timur Sumatera); bayam kucing (Maluku);  kuntha (Kangean); baya kasubiki (Ternate). Qing xiang zi (China).

Uraian :
Tumbuh tegak, tinggi 30 - 100 cm. Tumbuh liar di sisi jalan, pinggir selokan, tanah lapang yang terlantar. Batang bulat dengan alur kasar memanjang, bercabang banyak, warna hijau atau merah. Daun ada yang warna hijau dan ada yang warna merah, bentuk bulat telur memanjang, ujung lancip, pinggir bergerigi halus hampir rata. Bunga bentuk bulir panjang 3-10 cm, warna merah muda/ungu, biji hitam agak cerah, bunga tumbuh di ujung-ujung cabang.